Jajanan Kaki Lima, Disulap berkelas Bintang Lima

Halo, masuk ke posting ketiga saya di tumblr ini. Pada bagian ini, seperti yang bisa dilihat di gambar di atas, saya mau sharing-sharing dikit mengenai konsep lighting yang sangat simple untuk still life photography terutama Food Photo, dari dulu makanan terus ya, bikin laper, haha. Ga apa2, karena makanan itu punya sisi fotogenic juga bro. Apalagi habis motret, kita bisa langsung menikmatinya objek foto tsb. Kalo motret model… nah lo, haha, beda urusan. That’s why food photo is so fun for me.

Okelah, balik ke topic. Bahan-bahan yang kita gunakan akan sangat sangat murah dan mudah didapat dan dipraktekkan. Sekarang kita lihat denah pemotretan di atas (gambar 1). Sumber cahaya utamanya adalah cahaya matahari tidak langsung pukul 08.00. Cahaya matahari tidak langsung menghasilkan difusi yang cukup soft dan cocok dipakai untuk food photo (INGAT!). Kenapa saya cantumkan jam 08.00, karena buat saya pribadi natural light paling oke itu diambil antara jam 07.00-09.00 (intensitasnya ga terlalu tinggi). Mengingat objek kita membelakangi cahaya matahari, maka otomatis bagian depan objek sebagai fokus utama kita kan terlihat lebih gelap. Disinilah peran dari reflector akan sangat terasa. Berbeda dengan flash/speedlight atau lampu studio, menurut saya keberadaan reflector mampu memberikan pantulan cahaya yang natural walaupun intensitasnya lebih rendah dari sumber cahaya utama (lihat gambar 2).

Dari sisi styling-nya sendiri, saya ga pakai property neko2 mengingat ilmu saya sangat cetek dan kondisinya baru 3 bulan pegang kamera. Saya beli 5 buah kelepon di Cisitu, tapi yang saya gunakan hanya 3 karena khilaf 2 kelepon yang lain termakan di jalan. Tapi justru malah makin sedikit objek makin gampang ngaturnya (pembelaan diri), tapi ini bener kok, haha. Setelah di tata 3 kelepon itu, lalu saya coba2 cari sudut potret yang enak. Setelah beberapa kali jepret, kok rasanya foto2nya kurang nampol. Akhirnya tercetuslah ide untuk membelah salah satu kelepon tsb untuk menampilkan keindahan parutan kelapa yang dicampur dengan manisnya gula jawa. Jepret!!! And, I think that’s great. Hasil akhirnya bisa dilihat pada gambar 3.

Perlu saya tekankan bahwa  settingan DoF dan WB sangat sangat penting. Coba tebak, kira2 yang menjadi main focus saya dimana? Yang jawabannya bener dapat piring cantik, hahaha canda.

Ok, makasih banyak dah menyimak. Klo ada istilah-istilah yang ga pas, mohon maaf. Masih tahap newbie soalnya.

Salam and Happy Shooting

Vresco Studio