Text

Jika kita bertanya kepada para penggila gadget terutama smartphone tentang aplikasi apa yang paling favorit untuk berbagi foto? Sebagian besar pasti akan menjawab Instagram. Nah, Apa itu Instagram?

Instagram merupakan aplikasi gratis yang dulunya hanya dimiliki oleh perangkat apple, seperti iphone, ipad, atau ipod touch. Namun saat ini karena semakin besarnya pasar pengguna instagram, maka instagram hadir di gadget berbasis Android maupun blackberry. Kata instagram sendiri berasal dari ‘insta’ yg berarti instan, dan ‘gram’ dari kata telegram yang berarti mengirim. Aplikasi ini memang sangat instan dan mudah untuk mengambil foto benda-benda di sekitar anda, melakukan editing dengan efek2 yang ada, lalu dipublish melalui facebook, twitter, flickr, posterous, maupun foursquare.

Cara penggunaan aplikasi ini hampir mirip seperti twitter, namun basis utama postingannya adalah foto. Anda bisa memberikan caption di tiap foto yang anda upload, mention ke teman, follow teman, memberi hashtag (#), me-like foto yang anda suka, dan memberi komen. Mungkin ada satu hal yang harus anda ingat bahwa foto yang diupload harus memiliki rasio 1:1 atau persegi, jadi jika anda memotret dengan kamera hape atau kamera pocket atau DSLR, maka anda harus crop ke dalam bentuk persegi. Melalui aplikasi ini, anda bisa melakukan crop langsung, rotasi, memberi efek blur, dll.

Untuk menghasilkan foto-foto bagus di instagram, anda tidak harus mengambil foto langsung dari kamera hape anda dan melakukan editing di fitur instagram. Sebagian besar para professional yang mengupload foto-foto bagus di instagram mengambil gambar dengan kamera DSLR, lalu melakukan editing di software seperti Photoshop, dll, lalu menguploadnya ke instagram.

Instagram sudah menjadi aplikasi wajib bagi para pecinta fotografi. Bahkan, sudah menjadi salah satu akun promosi bagi bisnis berbasis fotografi, fashion, makanan, dan lain-lain. Beberapa akun yang cukup terkenal dan wajib anda follow adalah @instagram, @joshjohnson @robertjosiah dan lain-lain.

Jangan Lupa follow juga instagram Vresco Studio di @vrescostudio

Berikut beberapa contoh foto-foto yang ada di instagram.

 

  

Photo Set

Assalamu’alaykum,

Halo, apa kabar?

Rasanya dah lama banget ga posting disini nih. Oke, saya sedikit berbagi hasil jepretan saya. Tetap pada konsep simple, cheap, but excellent. Pada sesi foto ini, saya pengen bawa konsep ‘something good in the morning’. Jadi pada intinya, saya pengen mengahasilkan foto makanan memberikan kesan yang hangat, enak dan friendly banget untuk sarapan di pagi hari.

Properti yang digunakan sangat simple, yaitu cangkir, sendok, piring kecil, taplak, dan vas bunga. Makanan yang jadi ‘korban’ pemotretannya adalah roti keju. Saya juga menambahkan susu sebagai pelengkap untuk menguatkan konsep hangatnya.  

Foto ini diambil dengan peralatan yang sangat simple juga, yaitu peralatan favorit saya, Nikon D5100 dan lensa Nikkor 50mm f1,8. Sumber cahaya yang digunakan adalah indirect sunlight yang diambil pada pukul 10.00. Saya tidak memakai flash tambahan, karena menurut saya natural light/cahaya matahari adalah yang terbaik untuk membuat foto makanan yang baik. Saya hanya menggunakan dua reflector yaitu kardus putih mengkilat untuk memantulkan cahaya matahari tsb menuju objek. Denah pemotretan bisa dilihat di atas. 

Udah, gitu doang?

Yap, benar sekali. Cuma kaya gitu kok. Simpel kan J

Selamat Mencoba.

Photo Set

Jajanan Kaki Lima, Disulap berkelas Bintang Lima

Halo, masuk ke posting ketiga saya di tumblr ini. Pada bagian ini, seperti yang bisa dilihat di gambar di atas, saya mau sharing-sharing dikit mengenai konsep lighting yang sangat simple untuk still life photography terutama Food Photo, dari dulu makanan terus ya, bikin laper, haha. Ga apa2, karena makanan itu punya sisi fotogenic juga bro. Apalagi habis motret, kita bisa langsung menikmatinya objek foto tsb. Kalo motret model… nah lo, haha, beda urusan. That’s why food photo is so fun for me.

Okelah, balik ke topic. Bahan-bahan yang kita gunakan akan sangat sangat murah dan mudah didapat dan dipraktekkan. Sekarang kita lihat denah pemotretan di atas (gambar 1). Sumber cahaya utamanya adalah cahaya matahari tidak langsung pukul 08.00. Cahaya matahari tidak langsung menghasilkan difusi yang cukup soft dan cocok dipakai untuk food photo (INGAT!). Kenapa saya cantumkan jam 08.00, karena buat saya pribadi natural light paling oke itu diambil antara jam 07.00-09.00 (intensitasnya ga terlalu tinggi). Mengingat objek kita membelakangi cahaya matahari, maka otomatis bagian depan objek sebagai fokus utama kita kan terlihat lebih gelap. Disinilah peran dari reflector akan sangat terasa. Berbeda dengan flash/speedlight atau lampu studio, menurut saya keberadaan reflector mampu memberikan pantulan cahaya yang natural walaupun intensitasnya lebih rendah dari sumber cahaya utama (lihat gambar 2).

Dari sisi styling-nya sendiri, saya ga pakai property neko2 mengingat ilmu saya sangat cetek dan kondisinya baru 3 bulan pegang kamera. Saya beli 5 buah kelepon di Cisitu, tapi yang saya gunakan hanya 3 karena khilaf 2 kelepon yang lain termakan di jalan. Tapi justru malah makin sedikit objek makin gampang ngaturnya (pembelaan diri), tapi ini bener kok, haha. Setelah di tata 3 kelepon itu, lalu saya coba2 cari sudut potret yang enak. Setelah beberapa kali jepret, kok rasanya foto2nya kurang nampol. Akhirnya tercetuslah ide untuk membelah salah satu kelepon tsb untuk menampilkan keindahan parutan kelapa yang dicampur dengan manisnya gula jawa. Jepret!!! And, I think that’s great. Hasil akhirnya bisa dilihat pada gambar 3.

Perlu saya tekankan bahwa  settingan DoF dan WB sangat sangat penting. Coba tebak, kira2 yang menjadi main focus saya dimana? Yang jawabannya bener dapat piring cantik, hahaha canda.

Ok, makasih banyak dah menyimak. Klo ada istilah-istilah yang ga pas, mohon maaf. Masih tahap newbie soalnya.

Salam and Happy Shooting

Vresco Studio

Photo
Photo Set

Extension Tube

Banyak orang yang menganggap bahwa macro photography adalah salah satu kategori fotografi mahal. Kenapa? Karena sudah bukan rahasia lagi jika lensa macro itu harganya cukup menguras kantong. Beberapa contoh lensa macro adalah Tamron 90mm(favorit saya tapi belum kuat beli), Tamron 180mm (lebih favorit lagi), Canon 100 mm, Nikkor 105mm, Nikkor 60mm, dll. Lensa makro adalah lensa yang memiliki magnification ratio 1:1. Jika ada lensa yang labelnya macro tapi perbandingannya bukan 1:1, ya bisa disebut itu macro-macroan.

Namun, saat ini foto makro bukan barang mewah lagi, banyak sekali teknik motret makro yang murah antara lain reverse lens (membalik lensa), close up filter, extension tube, dll. Pada intinya adalah menambah jarak terdekat fokus pada lensa ke objek.  Jadi lensa dapat lebih dekat ke objek sehingga objek bisa terpotret dengan lebih detail.

Kali ini, saya coba share tentang pengalaman menggunakan extension tube yang sangat murah meriah. Saya menggunakan Cezzo Macro ExTube Manual yang saya beli dari www.gk-5.com seharga Rp 100.000,00. Terdapat 3 ukuran yang bisa digunakan secara terpisah maupun digabung. Ukurannya yaitu 9mm, 16mm, dan 30mm. Kelemahan dari ExTube ini adalah kita kehilangan fungsi autofocus dan foto menjadi lebih gelap karena cahaya yang masuk lebih sedikit. Tapi hal ini justru menjadi tantangan bagi saya untuk belajar lebih keras mengenai teknik memotret yang baik.

Ini adalah alat tempur saya untuk berburu macro photo bisa dilihat di gambar atas, yaitu :

-Nikon D5100

-Nikkor 50mm f/1,8 D

-Yong Nuo SpeedLight YN-460

-Kertas putih ini untuk menembakkan cahaya dari flash ke object.

Ini adalah beberapa contoh macro photo yang diambil dengan ExTube 9mm, 25mm, dan 55mm. Keempat foto ini diambil dengan setting yang sama. Foto ini diambil dengan posisi fokus lensa paling maximum (posisi lensa paling dekat dengan objek).

f/11 – 1/50 – ISO 200 – Focal Length 50mm

keempat perbandingannya dapat dilihat pada gambar di atas

Dari keempat foto di atas, terlihat jelas bahwa extension tube sangat membantu saya untuk mendapatkan foto makro dengan harga murah. Untuk urusan detail dan ketajaman warna saya rasa cukup baik, walaupun jelas kualitasnya beda dengan lensa macro asli. Tapi, saya sudah sangat puas dengan peran dari ExTube. Saya sangat rekomendasikan untuk menggunakan ExTube ini karena aman buat lensa,cepat dan mudah dipasang, dan penggunaannya bisa bertingkat sesuai kebutuhan.  Adapun ExTube lain yang terkenal adalah Kenko yang harganya 1 jutaan. Kalau pakai ini sih katanya autofocus dan Metering masih berfungsi.

Terima Kasih sudah mau menyimak pengalaman saya menggunakan ExTube. Happy Macro and Happy Shooting.

Share, Jepretan favorit saya di atas, gambar nomor 1 yaitu gambar katak.

Nikkor 50mm+ExTube 25mm, f/11, 1/100, ISO 200

Salam

Valid Hasyimi

www.wix.com/validhasyimi/vrescostudio

Photo Set

Pada postingan kedua ini, saya masih akan bercerita seputar food photography, ya karena itu memang bidang favorit saya. Foto di atas merupakan foto coffee cake dimana saya menambahkan tangan yang sedang mengambil potongan kue tersebut untuk memunculkan kesan ‘yummy, kue ini enak banget dan gua mau buru-buru makan’. Entah konsep ini sampai kepada anda atau tidak, itu andalah sebagai viewer yang menilai.haha

Konsep dinamis mulai sering dipakai oleh food photographer karena memberikan kesan yang tidak kaku dan lebih hidup. Ya sebagai contohnya adalah foto di atas. Kalo kita bandingkan, foto yang menampilkan coffee cake-nya saja lebih berkesan tenang, kalem, dan texture kue-nya lah yang menonjol. Tapi berbeda dengan foto yang ada jari tangannya. Kesan dinamisnya begitu kuat dan tidak membosankan. Dorongan bagi para viewer untuk ikut mencicipi kue tersebut menjadi lebih kuat.

Nah, pertanyaannnya adalah jika diantara kedua foto tersebut anda disuruh memilih untuk dijadikan iklan, kira2 anda akan memilih mana?

Kalo saya jelas, foto utamanya adalah foto yang pertama, dan foto sekundernya baru foto yang kedua. Semuanya kembali kepada kesan dan kesan. Saya belum menemukan kata yang lebih baik daripada kata kesan, kalo anda punya kata yang lebih baik tolong share ke saya ya. Haha

Oke, jadi terutama untuk food photography yang biasanya menonjolkan styling makanannya, cobalah sedikit out of the box untuk  memanfaatkan bagian tubuh anda…seperti jari, mulut, atau apapun yang penting nyambung. Jangan takut untuk bereksperimen. Semakin banyak anda bereksperimen maka semakin banyak anda akan gagal, dengan begitu semakin besar lagi ilmu baru yang akan anda dapatkan.

Thank you and Happy Shooting :)

Salam,

Vresco Studio

Quote

"Style-Shot-Eat"

- Kim Krejca
Photo

Nikon D5100

Nikkor 50mm f/1,8

F-Stop : f/3,5

Focal Length : 50 mm

ISO : 200

Shutter Speed : 1/50

Assalamu’alaykum

Selamat datang buat pembaca blog ini, semoga blog ini bisa jadi bacaan yang selalu menarik walaupun nanti isinya bisa campur-campur tapi tetep insyaAlloh akan selalu ada ilmu yang bisa diambil.

Oke, foto ini saya pilih sebagai foto pembuka karena sesuai dengan nama dari Vresco itu sendiri yaitu Fresh atau seger. Ada yang tahu foto apa ini? kalo kamu anda orang bandung pasti sangat akrab donk ini apa…kira2 dijual di restoran atau hotel mana ya ini? kok kayanya mahal..

Eits, jangan salah sangka… ini adalah Es Shanghai yang biasa dijual di pasar Simpang Dago dan yang menurut saya yang paling enak itu di warung es Fadillah, samping pasar simpang. haha, asik banget nih kalimatnya, ‘samping pasar simpang’. Mungkin ada yang bertanya, kok bentuknya agak beda dari biasanya ya. oke, bener banget. es-nya jadi seperti ini setelah melalui proses styling. ibaratnya kalo model itu di make-up biar cakep.

Nah, Bagaimana cara bikin foto kaya gini???

Saya menemukan isi dari es Shanghai ini ada Mangga, Melon, Semangka, Anggur 1 biji, sama Es Batu. Hmmm, So Let’s Start for styling.

Inti dari styling yang oke adalah ga semua item harus dimasukkan. Perhatikan komposisi warna dan bentuk/wadahnya. Saya mengambil poin penting disini adalah anggurnya yang cukup gede. Lalu poin penting kedua adalah komposisi warna dari buah-buah lainnya. dalam foto ini, saya kelompokkan jadi 3 yang tersusun berlapis-lapis. mulai dari yang paling bawah warna merah, trus hijau dan kuning/orange.

Lalu poin ketiganya adalah es batu, jangan lupa pas beli pisahkan antara es batu dengan airnya supaya tahan lama es batunya. Anda bisa lihat butiran2 embun di gelas efek dari es batu yang bikin es ini makin seger. Lalu point terakhir adalah styling elemen pendukungnya, hal pentingnya adalah Tidak Harus Menggunakan Barang Mahal untuk Menghasilkan Foto Bagus. BE CREATIVE. manfaatkan sesuatu di sekitar kita. perhatikan secara detail bentuk, texture, atau apapun di sekitar kita dan manfaatkan itu. Sering2 lihat foto orang lain sebagai referensi. Oke, itu dulu post pembuka dan ulasan singkat tentang foto di atas. jangan lupa simak lagi post2 berikutnya.

Salam,

Vresco Studio